Tuesday, November 4, 2008

rahsia diri melalui darah


DARAH O

~Individu yang memiliki darah ini dikategorikan sebagai individu yang setia dan sentiasa yakin terhadap kebolehan diri dan keupayaannya.
~individu jenis ini bersifat ingin menjadi ketua dalam apa jua perkara terutama dalam kerja berkumpulan...
~oleh itu kamu perlulah bijak mengawal emosi agar tidak dikuasai tekanan

DARAH A

~keharmonian dan keamanan adalah matlamat utama dalam hidup kamu.
~gemar melibatkan diri dalam kerja-kerja kumpulan dan berpersatuan
~kamu bijak bergaul dengan individu di sekeliling kamu dan ternyata mereka sangat menyenangi kamu terutama semasa bekerjasama dengan kamu.
~sikap sensitif dan sabar dan bertimbang rasa yang ada dalam diri kamu melambangkan kamu tergolong dalam kategori individu yang memiliki keperibadian penyayang.
~kamu ini degil dan kuat bekerja sehingga mengendahkan waktu berehat..kamu perlu la menjaga kesihatan kamu..


DARAH B

~sempoi! itulah ungkapan sesuai untuk kamu.
~lebih selesa dengan kesederhanaan
~dalam perhubungan kamu adalah individu yang jujur dan suka berterus terang dalam apa jua perkara
~dalam tugasan yang diberikan kamu selesa menyelesaikan mengikut cara kamu sendiri
~kamu adalah individu yang kreatif dan fleksibel, kamu mampu meletakkan diri kamu dalam apa jua situasi da dalam keompok apa pun
~kamu adalah individu yang bijak bersosial namun ada kalanya sikap kamu yang gemar berdikari dan tidak memerlukan bantuan orang mampu mendatangkan masalah kepada kamu sendiri serta memperlihatkan kelemahan kamu
~kamu harus ingat semua perkara tidak semestinya dapat oleh diuruskan kamu seorang tanpa bantuan orang lain.

DARAH AB

~tenang dan bijak mengawal emosi adalah jelas terpancar pada individu yang memiliki darah jenis ini
~kamu sentiasa menghormati orang lain dan menjadikan individu yg berada di sekeliling kamu senang berdamapingan dengan kamu
~kammu juga memiliki sifat humor yang semula jadi dan kamu bersifat ceria serta menghiburkan
~ada sesuatu yang kamu perlu ubah dalam diri kamu, iaitu kamu kenalah belajar untuk berani dalam membuat keputusan kamu sendiri. jangan harapkan orang lain membuat keputusan untuk kamu.

Wajibkah Pakai Telekung?


“Telekung surau ni kotor laa..camne nak semayang,”

“Saya lupa bawa telekung, nanti saya qada’ aje solat bila sampai rumah,”

Skrip biasa, terutamanya di shopping complex.

Sepertinya solat itu tidak penting, boleh saja diqada’-qada’.
Yang
lebih penting adalah telekungnya. Tiada telekung, tak boleh solat!

Begitukah?

Jika diamati syarat sah solat, cuma 5 perkara:

  • Yakin telah masuk waktu
  • Menutup aurat
  • Mengadap kiblat
  • Suci daripada najis pada badan, pakaian dan tempat solat
  • Suci daripada hadas kecil dan hadas besar

Tercari-cari juga, tiada pula dalam list – Wajib memakai telekung.

Jadi, wajibkah?

Mengapa hendak dipersulit dan diperberatkan hukum-hakam Islam yang sebenarnya cukup mudah dan simple.

“Dan tidaklah Allah jadikan bagi kalian dalam agama ini kesulitan.”
[ Al-Hajj : 7]

Yang pentingnya dalam soal berpakaian ketika bersolat ialah menutup aurat dan bersih daripada najis. Apa sahaja pakaian kita, jika memenuhi 2 syarat tersebut, maka tidak perlulah ragu-ragu lagi.

Telekung cuma adat, bukan syarat. Majoritinya, hanya wanita-wanita di benua Nusantara yang mengamalkan adat ini. Sememangnya tidak salah bertelekung, malah sangat baik sebenarnya, kerana lebih sopan dan selesa. Cuma jika ia dijadikan sandaran yang akan mencacatkan solat kita, maka itulah prinsip yang salah.

Pilihlah mengikut keselesaan dan yang mana lebih mudah. Jika merasakan bertelekung lebih mudah, maka itulah yang terbaik. Bagi saya sendiri, jika solat sehari-harian di rumah atau di kolej, saya lebih selesa bertelekung. Cuma apabila dalam keadaan tergesa-gesa atau berpergian, maka pakaian yang ada sahaja sudah amat memadai. Yang penting, cukup syarat.

“Eh, betul ke ni.. Nampak pelik la kalau tak pakai telekung. Macam tak sempurna je tutup auratnya..”

Untuk persoalan sebegini, mungkin perlu ditanya kembali diri kita. Jika kita merasakan pakaian kita itu tidak cukup sempurna untuk bersolat, jadi, adakah kita sekarang ini tidak menutup aurat..?

Menghias Hati Dengan Menangis



“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Bukhari dan Muslim)

Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.



Menyedari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain

Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.

Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung

Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan.

Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”

Menyadari bahwa syurga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit

Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam syurga. Fikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk syurga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahawa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk syurga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.

Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih syurga.

Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Al-baqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih

Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: syurga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)

Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.

“Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (Bukhari dan Muslim)

Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. Imam Ghazali pernah memberi nasihat:

Saturday, November 1, 2008

sebelum selepas puasa dan raya

with ainey.............
waktu ni la lepas berbuka...kat mcD..jumpa fatin, kalut, faizi dan tawfik masa solat kat masjid.dyorg ingat ak kuar dgn bf..ape barang..ini dy buktinye..bf la gt..ape kezzn time ptg tu jumpe kak dayah..katanya kuar dgn kak nisa..uhuuhu.
gmbo ni wt wan jeles..sebab x join sama huuhuhuh
minah dua org yang sempoi sangat...baju raya dah campak ke mana...baru raya ke-3
posing ala-ala gediks jer..
untuk tatapan semua..gambo candid

malam puasa...merewang....

every night, every day..don't forget say "lailahailaallah"



pada suatu malam..tgh bosan2 dengar la lagu kat ikim.fm..ttbe ak terdengar lirik lagu "every night, every day..don't forget say "lailahailaallah"'...so simple but menyusup dihatiku..mmg betul...kite kena ingat selalu zikir walau kite berada di mana2..dengan itu..kite akn rasa aman, tenteram..ak nak sggt tau sape yg mnyayi lagu tu....

banyak lagi..ayat2 yang bermula dengan "lailahailaallah"..cthnya..ayat kursi dan doa nabi yunus..dan banyak la lagi..tak terucap lagii.....

kebelakangan ini, ak suka baca tentang kisah2 yang boleh kita makin dekat dengan ALLAH...more religious la...kadang2 dengan citer2 camtu..baru lah kiter tersedar, disedarkan..hidup kite xlama..bila lagi kita nak semai dan tanam kebaikan dan pahala kalu bukan sekarang...jadi..fikir2kanlah dan renung2 lah..


junaco sibu sarawak...my PLKN..fresh in my mind

ala-ala model konon...cewahhhh
ternak kuda...ternak crocs pun ader...tasik crocs ..see croc makan kambing..uhuhu dasat..bayangkan diri kite lak..
jadi org iban..but im still searching..mana gambo ak masa pakai baju tradisional iban...so berat nak pakai besi2 yg bersilirat...gelang2 yang beso....mujurrr telinga x labuh...uhuhh.. kenangan manis..bersama dak2 kompeni lain...darel, nina, poh siong, fatin, shima, suy, anna, cgu8,and mulan*-i 4get her name..sorry... dalam semak n lalang...time ni nak balik umah..menghitung hari fly naik belon duk atas bukit...penat nak naik...JUNACO PARK is the largest PLKN in Malaysia tarian iban sambut kiteorg ...di rumah panjang...nama berita nuan???? dari kiri: fatin, za, its me, nadya(twin sista),shima with pengacau2 yang sedia maklum..sapawi dan rudy and...i 4get his name* time2 last2 kami so closed..im missed it so much........junaco i'll come there with dak2 my kompeni..im charlie kompeni....i still remember ketua kompeni is hisyam..assistant is siew ping..sieew ping minat kat hisyam ek...uhuh..cian dy...



kenangan kite bersama kat junaco ..ak tak kan lupe sampai bile2..setiap sebulan mesti ak demam...demam nak balik semenanjung..tp waktu nak balik..sedey sangat....nak tinggal junaco...kenangan ku ........................takkan ku lupekan.....detik paling manis dan indah

hati ku retak seribu...how could u ma frend..T_T




nama samaran* lyssa*..semua org kenal..tp area dak pekan taw la..lebih2 dak SMKDMM...
ak sgt terasa dgn sikap ko..knp la ko buat ak macam ni..ko anggap ak kawan lagi ker...ak blh bersabar lyssa ko wwat ak gini..tak sangka ko berubah begitu mndadak sekali..sampai ak tak kenal ko dah sekarang...knp??ko tak ingt janji kite masa ko nak masuk sini..uhuhu..susah sama susah senang sama senang..ko dah lupe ker??ak sedey laaa...knp cam ni..dulu kite x gini pun...ko da masalah ko bagi la tw..nape diam..bile tnye..kite kan dekat..tak de la jauh cam dlu..ko kat melaka ak kat ktn..cuba kng balik..kawan-kawa kite yg 10 org tu..ape dah jadi kisahnya...ak rindu kan kenangan kite ramai-ramai..ko msti ingt kan..ak taw ko sokmo lupe..pe yg ingt ntah..smpat lagi ak kutuk..hah padan muka ko..ko wat ak geram bangat..janji2 dan2 ko break ur promise..ap ni kawan..ak sabau je...selama..ak sakit pun wat xtau..sedangkan dekat..ape ni..ak xleh
terima..uuhu..geram ..geram...geram...

1 je ak nak pesan plz jgn la ko wat pasal n cari pasal gn org lain lagi..ak tak nak ko jadi makin teruk..banyak masalah nak pikir kan..uhuh..bagi ak kawan tu mstilah jjur dan sanggup berkorban juga..ade give and take...tapi skrg dah susah nak cari kawan yg sebetul-betul..kite dah kawan berthn2 dari sekolah menengah lagi....ai need ur xplaination...
jangan sekali terlintas macam-mcm kat llubuk hati ak..ak akan buat..jgn sampai thp cmtu..ak pun xsuka..tapi ko phm la perangai ak macam mana kan...dan ak mengamuk...mmg ko tak knl ak time tu...ak pun endiri xkenal diri ak waktu tu..skrg ak cube meredakannya dengan cara yang berhikmah

ape2 masalah kite citer..tp sekarang jumpe biorpun dekat.payah sangat ko nak dtg sini...ak jemput n nak spend masa dgn ko pun xleh..aini juga ko cari..dah la dy jauh..shah alam tu..ak mmg xpuas hati...cuba la cite..ak edia nak faham..ak x suka wat perangai ini..sakit hati kat is lom habis..ak dah manyampah bangat kat dy...tu sorang lagi makluk tak sedar diri..dasar sepang kederang* ayat ni la ak selalu guna...sepang kederang tu air akar kayu yang sangat pahit*
manusia2..mmg macam2 ragam...tak faham laaaaaaaaaaa........
kenapa ak je yang salah..ak ker yang bersalah atau suka beralah...

ak mmg hargai dan dambakan persahabatan yang suci dan ikhlas...tapi sebaliknya ak dapat..ak jadi tak percaya dengan apa yang ak alami..mungkin ini akan sedikit mematangkan ak untuk lebih bersedia mental fizikal..dan belajar untuk berubah dan bergntung pada diri sendiri..walupun ak xkuat hadapinya seorang.....YA ALLAH BAGILAH AK SEDIKIT KEKUATAN UNTUK MENGHADAPI HARI-HARI MENDATANG..JANGAN KO PIKULKAN BEBAN YANG BERAT YANG AK TAK MAMPU PIKUL....setiap hri ak berdoa untuk memudahkan perjalannanku dan urusan....hanya itu yang ak mampu ....dan hanya itu yang ak tahu....

sampai bila ini akan selesai.....tiada penamatnye....